Bohong

Aku paling gak suka dibohongin. Jujur tapi sakit lebih aku pilih daripada white lies (yang berakhir aku tau bahwa itu bohong).

Sepertinya tiap malem bakal nangis terus ini mah. Sembabnya mata tadi pagi sembuh dalam waktu yang cukup lama...

Posted via LiveJournal App for Blackberry

I'm a total freak

Hmmmm.. Besok kan ngajar ya.. Jam 2.
Apa besok random aja pagi pengen keluar? Sepertinya lebih enak pagi-pagi ngeliatnya, nggak ada orgnya juga gapapa. Cuma sekedar mau liat, gataw juga knapa.

Hmmm.. Gitu aja kali ya, dari rumah jam 8an mgkn? Sampenya jam 9 *ga sampe saking deketnya*, jd bisa jalan kaki aja *udah biasa jalan juga* dan semoga gak ujan krn biasa pagi cukup baik cuacanya. Kalau sampe jam 9an, paling sampe rumahnya 9.30an. Abis liat, pulang.


I'm a total freak. Whatever. I just felt that I need to. That's all.

Posted via LiveJournal App for Blackberry

Hurts

I can't.
It just hurts.
I couldn't.
Not your fault. It's mine.

Posted via LiveJournal App for Blackberry

Terjaga

Sudah pukul satu dini hari. Kupaksakan diriku memejamkan mata namun tak kinjung terbuai ke alam mimpi. Malah semakin terbelalak tanpa ada hasrat melakukan apapun selain bercengkrama dalam selimut.

Ntah apa yang salah dengan pola tidurku, rasa-rasanya aku selalu bisa tidur dengan nyenyak setelah tengah malam dan terbangun normal setelah Subuh. Mungkin anomali terjadi karena sempat tidur siang? Ah, tidur siangku hanya 1 jam, harusnya tak berarti banyak.

Selain mata dan dua jempol yang masih bermain dengan telepon pintar, hatiku sepertinya ikut terjaga. Lagi-lagi, tak mengerti apakah yang membuatnya gelisah. Aku penasaran, tak tahu (penasaran) akan apa. Jika hati sudah mulai berulah, otakku ikut bekerjasama mengolah makna.

Hfft. Kuharap bukan hal buruk. Sepertinya bukan, hanya aku saja yang terlalu banyak mencampuradukkan spekulasi dengan intuisi.

Terjaga. Salahkan hatiku untuk mata yang terjaga ini.



-racauan dini hari-

Posted via LiveJournal App for Blackberry

Uneasy

I don't know.

This several days have been so tired. Tired of many things, body and mind.

I wish I could rip away this uneasy feelings. I just hate it.

Hilang

Ketika menulis menjadi tak semudah dahulu, nyata terlihat bahwa kamu semakin hilang dari kehidupanku...

-kangen panjombs T_T

Posted via LiveJournal App for Blackberry

Bahagia Sederhana

Kebahagiaan itu sesungguhnya sederhana..

Seperti halnya ketika kau merindukan seseorang, dan dia pun merindukanmu..

Atau pun ketika kau yang tak berharap banyak padanya, namun ia memberimu..


-sebuah malam yang bahagia oleh kalian-
:3

Posted via LiveJournal App for Blackberry

Bicara Soal Hubungan

Absurdly, I never had a serious relationship before, EVER.

And I never wanted to. Hahahaha.


Yah, aku memberikan sudut pandang sebagai pihak yang melihat hubungan yang ingin Titiw bangun dengan sang pacar, hendaknya bagaimana.

Menurutku, di awal pembangunan sebuah relasi, semestinya ada 'SOP' dalam 'pelaksanaan' hubungan tersebut, ntah pacaran atau pernikahan. Kedua belah pihak selayaknya menjabarkan diri seperti apa, ingin diperlakukan bagaimana, bisa memberi apa, sehingga di kemudian hari tak ada tuntutan di luar kemampuan pasangan.

Mungkin kalimat yang membuat Titiw cukup terkejut adalah saat aku begitu menegaskan KALAU aku akan menikah. Penegasan KALAU karena aku sama sekali tak ada keinginan untuk menikah. Aku sampaikan bahwa aku sadar aku bagaimana, jika kujabarkan mungkin akan terlalu kompleks, jika kuberitahu inginku seperti apa akan terlalu banyak, dan aku tak akan bisa memberi apapun kepada (KALAU ADA YANG MAU JADI) calon pasanganku nanti. Memberi dan menuntut antara dua orang yang akan menjadi 'teman hidup' tentu beda dengan relasi dua manusia berstatus 'teman saja'. Ego akan lebih besar daripada ketulusan memberi. Itu aku, ntah bagaimana yang lain. Maka dari itu aku selalu memasang 'target' yang tinggi, yang dokter lah, bule lah, musisi pula lah, tajir lah, sholeh lah, karena dengan begitu, kupikir tak akan pernah ada yang bisa memenuhi kriteria yang kupasang itu. Pernikahan menjadi tak visible untukku :3

Sekilas pendapatku (plus 'curhatan'ku) membuat Titiw lebih berpikir akan kondisi hubungannya sekarang dengan sang pacar. Bukan dalam sudut pandang jadi ikutan tidak mau menikah, namun lebih kepada kematangan setiap pribadi dalam menerima calon pasangannya kelak.

Take and give, saling mendukung kala susah maupun senang.

Tak masuk akal jika sepasang manusia yang belum terikat pernikahan namun sudah terlalu diatur oleh salah satu pihaknya secara berlebihan. Kasarnya, "Belom juga nikah, udah ngatur-ngatur. Gimana kalo udah? Diiket apa dirante? Ato malah dibabuin?"

Semoga saja perbincangan kemarin cukup bisa membuka jalan yang terbaik bagi Titiw. Aku dukung, as long as she's happy :)

Posted via LiveJournal App for Blackberry